Press Conference Polres BU,”Harapkan Uang Seratus Milyar Lebih, Akhirnya Tertipu”.

bintang.media – Polisi Resor Bengkulu Utara, Kamis (19/3/2020), bertempat di Mapolres setempat, gelar Press Conference perkara dugaan tindak pidana turut serta melakukan penipuan dan atau penggelapan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 sub pasal 372 jo 55 KUHPidana, oleh terduga pelaku suami-istri, AP (54), dan Df (45), warga Kecamatan Curup Timur, Rejang Lebong, terhadap pelapor/korban DS (50) warga Kecamatan Kota Arga Makmur.

Terduga pelaku AP dan Df, menurut Press Releasenya, Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Anton Setyo Hartanto, S.IK.,MH, melalui Kasat Reskrim, AKP Jery Antonius Nainggolan, S.IK, dengan didampingi Kanit Pidum Satreskrim, IPDA Edy Permana, Kasubbag Humas, AKP Darlan, dan KBO IPTU M. Asnawi, disinyalir lakukan perbuatannya pada sekira bulan November 2019.

Kronologisnya, menurut Kasat, pada hari tersebut, melalui pemberitahuan Kk (teman pelapor/korban, DS) bahwa ada yang mau membantu dana untuk pencalonan Bupati yaitu AP,

“Setelah bertemu dengan AP, AP mengenalkan pelapor/korban DS dengan pelaku, dan TG (DPO). Dengan bujuk rayu mengiming-imingi pelapor/korban bisa menggandakan Uang atau menarik Uang Ghaib dengan cara ritual, sehingga pelapor/korban percaya,” paparnya.

Selanjutnya, masih menurut Kasat,

“Pelaku awalnya meminta uang sebesar  250 Juta Rupiah, dengan maksud sebagai uang ijab. Karena uang belum ada, lalu pelaku meminta uang cash sebesar  21 Juta 100 Ribu Rupiah, dan oleh pelapor/korban diberikan guna dibuang kesungai sebagai media ritual. Kemudian, pada Selasa (19/11/2019), pelapor/korban mentransfer sisa uang yang diminta kepelaku melalui Bank BRI Arga Makmur sebesar 250 Juta Rupiah, dengan 5 kali transfer berserta ongkos yang diminta sebesar 90 Juta Rupiah,” jelas Kasat.

Selebihnya, Kasat juga menjelaskan bahwa awalnya pelapor/korban disuruh untuk membuat kotak besar, yang harus dibuka setelah 5 hari,

“Setelah 5 hari, ketika kotak dibuka oleh pelapor/korban, ternyata isinya kaset 7 buah, jarum pentul, dan uang sebesar 1 Juta 100 Ribu Rupiah, dari jumlah uang sebesar 120 Milyar yang dijanjikan ketika kotak dibuka,” terangnya.

Atas peristiwa tersebut, pelapor/korban merasa telah ditipu, dan mengalami kerugian ditaksir mencapai 300-an Juta Rupiah lebih.

(Maya S).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Terkait Laporan Warga Tentang Limbah Kotoran RSUD, Komisi II DPRD Lakukan Sidak

8int4ng.medi4 – Komisi II, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kaur, Provinsi ...